Perlukah Propinsi Cirebon Dibentuk?

Kota Cirebon Kabupaten Cirebon

Ide dibentuknya propinsi Cirebon ini kembali menghangat semenjak ditolaknya H. Irianto M.S. Syafiuddin (Yance) yang merupakan Bupati Indramayu saat ini untuk menjadi calon wakil gubernur Jawa Barat dari partai Golkar. Memang pada masa – masa sebelum ini keinginan untuk memisahkan diri dari propinsi Jawa Barat itu telah ada meskipun hanya dari pihak – pihak tertentu saja. Akan tetapi momen ditolaknya Yance tersebut sebagai calon wakil gubernur Jabar seolah – olah telah memberikan hembusan angin pada bara api bakal propinsi Cirebon itu.

Meski tidak mengakui keinginan pembentukan propinsi Cirebon itu disebabkan oleh tidak terpilihnya Yance sebagai cagub, akan tetapi nuansa sebab – akibatnya sangat terasa. Pertanyaannya sekarang adalah apakah memang benar perlu dibentuknya propinsi Cirebon dan bagaimana pandangan Islam dalam mengatur wilayah kepropinsiannya?

Kabupaten Indramayu

Alasan perlunya Cirebon berpisah

Paling tidak tuntutan terbentuknya propinsi Cirebon ini menurut para pengusungnya berdasarkan pada dua alasan utama. Pertama, kultur dan kebudayaan, kedua terabaikannya (termaginalkannya) hak-hak Wong Cirebon (Pantura) oleh pemerintahan Provinsi Jawa Barat, selain agar pelayanan lebih mudah, cepat, akurat, efektif, dan efisien.

Dari sekian banyaknya perbedaan kultur dan budaya itu yang paling mencolok adalah penggunaan bahasa ibu. Masyarakat Cirebon berbahasa ibu Jawa Cirebon dan masyarakat pantura lainnya berbahasa ibu campuran antara Jawa Cirebon, Bahasa Sunda, dan Betawi. Sedangkan masyarakat Priangan berbahasa Sunda. Namun tidak hanya disitu, perbedaan itu seolah hendak dihilangkan dengan memaksakan bahasa sunda di sekolah – sekolah yang berada di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kabupaten Kuningan

Pada aspek kesejahteraan dan pembangunan, masyarakat Cirebon dinilai tidak banyak mendapatkan perhatian. Pembagian pendapatan daerah yang tidak adil adalah hal yang paling menonjol dalam masalah ini. Misalnya saja, dari sektor pajak (PKB, BBNKB, PBBKB, ABT, APER, kemetrologian, hasil hutan, dan bagi hasil Migas) uang yang disetor ke provinsi nilainya mencapai kurang lebih Rp 500 miliar. Namun yang kembali ke daerah masing-masing hanya 30% saja. Hal ini tentu lebih menguntungkan pemerintah provinsi dibandingkan dengan pemerintah daerah menurut orang – orang yang mengusulkan pembentukan propinsi baru itu. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan Islam dalam menyikapi permintaan pembentukan propinsi baru tersebut?

Pembentukan propinsi baru dari sudut pandang Islam

Secara umum alasan – alasan yang dikemukakan di atas dibagi dalam dua tema besar yaitu isu kesukuan dan isu keadilan ekonomi. Islam sebagai agama sekaligus ideologi memiliki pandangan yang khas mengenai hal ini. Mengenai isu pertama yaitu kesukuan Rasulullah saw bersabda :

ليس منا من دعا إلى عصبية ، وليس منا من قاتل على عصبية ، وليس منا من مات على عصبية.

“Laisa minnaa man da’aa ilaa ‘ashobiyyatin, walaisa minnaa man qootala ‘alaa ‘ashobiyyatin.walaisa minnaa man maata ‘alaa ‘ashobiyyatin.”

Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang mengajak kepada ashobiyah (fanatik golongan, suku, bangsa, kelompok dsb, pokoknya selain fanatik Islam). Dan bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang berperang atas dasar ashobiyah. Dan tidak termasuk golongan kami pula, siapa saja yang mati atas dasar ashobiyah.” (HR Abu Dawud dari Jubair bin Math’am, berderajat hasan, dalam Faidhul Qadir no. 7684).

Hadist tersebut secara gamblang menjelaskan bahwa isu kesukuan dalam kehidupan masyarakat bukanlah isu yang layak untuk diperbincangkan. Apalagi isu tersebut dijadikan sebagai isu politik, tentu hal itu tidak lain adalah upaya untuk memecah belah masyarakat. Sehingga dari dalil hadist ini saja isu kesukuan yang dijadikan pijakan ataupun alasan untuk pembentukan propinsi baru bukan merupakan hal yang dibenarkan. Hal ini tidak berlaku hanya untuk orang – orang yang meminta dibentuknya propinsi Cirebon, tetapi juga berlaku bagi siapapun juga termasuk para politisi.

Mengenai isu yang kedua yaitu isu keadilan ekonomi, maka sesungguhnya hal itu hanyalah terkait dengan keadilan para gubernur dan juga sistem yang diterapkan itu sendiri. Dalam Islam istilah penguasa propinsi itu dikenal dengan istilah wali yaitu orang yang diangkat oleh khalifah sebagai penguasa (pejabat pemerintah) untuk suatu wilayah (propinsi) serta menjadi amir (pemimpin) wilayah itu. Dalilnya adalah ketika Rasul saw mengangkat Muadz bin Jabal menjadi wali di wilayah Janad, Ziyad bin Walid di wilayah Hadramaut, dan Abu Musa al’Asyari di wilayah Zabid dan Adn.

Mengenai pemberhentian wali, seorang wali dapat diberhentikan saat itu juga jika khalifah memandang perlu untuk memberhentikannya. Wali juga dapat diberhentikan jika penduduk wilayah itu atau mereka yang menjadi wakil penduduk wilayah tersebut menampakkan ketidakridhaan dan ketidaksukaan mereka terhadap walinya. Dalilnya adalah Rasul saw pernah memberhentikan ‘Ila’ bin al-Hadrami yang menjadi amil beliau di Bahrain karena utusan Abd Qays mengadukannya.

Sehingga apabila suatu masyarakat di suatu daerah merasakan ketidakadilan, yang harus dilakukan pertama kali adalah mengadukannya dan meminta wali tersebut diganti. Sehingga tentu tidak tepat bila justru langsung menyerukan pembentukan wilayah baru saat ketidakadilan terjadi. Karena pada asalnya, yang bermasalah adalah penguasanya bukan pembagian wilayahnya.

Itu dilihat dari sisi pemimpinnya. Dilihat dari sisi sistem yang diterapkan, sesungguhnya saat ini Indonesia sedang berada dalam posisi sebagai negara terjajah. Negara yang terjajah oleh sistem kapitalisme sekuler yang memang menghendaki tidak meratanya pembangunan. Sebagai bukti adalah dahulu ketika Indonesia masih dijajah oleh Belanda, pusat ibu kota ditempatkan di Jayakarta. Jayakarta itulah yang menjadi pusat aktivitas pengumpulan hasil – hasil jajahan dari seluruh daerah di Indonesia. Sekarang pun kondisi tersebut masih tetap berlaku. Jakarta masih tetap sebagai ibu kota pusat aktivitas negara dilakukan dan juga tempat hasil jajahan itu dikumpulkan. Sehingga tidaklah mengherankan bila perputaran uang itu sebagian besar justru terjadi hanya di Jakarta dan sekitarnya saja.

Kondisi demikian memang pasti akan terjadi selama kita masih terjajah. Tentu saja terjajah oleh sistem ekonomi kapitalis. Untuk menyelesaikan problem tidak meratanya pembangunan ini, Islam memiliki solusi tersendiri yang berbeda dengan sistem kapitalis saat ini. Paling tidak ada tiga hal yang merupakan konsep ekonomi Islam dalam mengatasi tidak meratanya pembangunan.

Pertama, negara wajib memenuhi kebutuhan dasar (hajat asasiyah), yakni pangan, sandang, dan papan bagi seluruh individu rakyat.

Nabi saw. bersabda, “Penduduk mana saja yang membiarkan salah seorang warganya kelaparan, Allah akan melepas jaminannya kepada mereka semua.”

Dalam hadis lain, beliau bersabda, “Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur nyenyak pada malam hari sementara tetangganya kelaparan, padahal dia tahu.”

Kedua, negara harus memberi peluang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara—tanpa membedakan satu dengan yang lain—untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan penyempurna hidup (hajat kamaliyah). Jika terjadi ketidakseimbangan ekonomi antara warga negara karena kemampuan yang berbeda-beda, negara wajib melakukan penyeimbangan dengan memberikan bantuan cuma-cuma kepada kelompok masyarakat yang lemah dan papa (fakir miskin) agar mampu bangkit dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Allah SWT berfirman:

Agar jangan harta itu hanya berputar di kalangan orang kaya di antara kalian. (QS al-Hasyr: 7).

Ketiga, jaminan kesejahteraan umum, pendidikan, kesehatan, dan keamanan gratis. Dalam hal ini kebutuhan – kebutuhan umum masyarakat tersebut harus dipenuhi oleh negara baik itu mereka berada di Ibu Kota negara ataupun berada di desa terpencil.

 Islam tidak melihat pembagian pendapatan itu berdasarkan fungsi wilayahnya apakah dia itu wilayah ibu kota ataukah bukan. Apakah perdagangan itu terjadi di sana ataukah tidak. Apakah ekspor dan impor itu terjadi melalui wilayah itu ataukah tidak sehingga cukai yang diterima sebagai pendapatan daerahnya lebih besar.

Dengan kata lain, perekonomian Islam bersandar pada pemenuhan individu per individu. Negara akan melihat per individu apakah kebutuhan pokok mereka telah terpenuhi ataukah belum. Sehingga seharusnya problem tidak adilnya pembagian pendapatan daerah itu tidak terjadi. Karena pembagian pendapatan dan pembelanjaannya didasarkan pada asas kebutuhan. Jadi pemberian anggaran akan didasarkan pada kebutuhan masing – masing daerah dalam memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya seperti jaminan terpenuhinya sandang, papan, pangan, pendidikan, kesehatan dan lain – lain.

Dengan demikian pembentukan propinsi baru baik itu Cirebon ataupun yang lainnya pada dasarnya merupakan hal yang mubah dalam Islam (boleh). Tentu saja pembentukan propinsi baru itu didasarkan pada kemudahan – kemudahan dan keefektifan pengaturan urusan rakyat. Yang tidak boleh adalah menjadikan isu kesukuan sebagai alasan terbentuknya sebuah propinsi. Terbentuknya sebuah propinsi harus didasarkan semata – mata pada kebutuhan akan hal itu bukan karena tidak terpilih pada pemilihan gubernur dan sebagainya. Di samping itu, sistem yang ada sekarang ini memang masih merupakan sistem peninggalan kolonial Belanda yang hanya akan memakmurkan satu daerah dan memiskinkan daerah lainnya. Kasus Freeport dengan kondisi papua adalah contoh nyatanya. Sehingga sudah seharusnya semua pihak mencoba menjadikan sistem Islam sebagai solusi alternatif bagi masalah ini. Wallahu a’lam bishshowwab.

30 Responses

  1. Berpisah atau tidak sepertinya ada yang saya suka dari paparan diatas yaitu bagaimana sistem khalifah mengatur urusan umat. Di Indonesia ini pengurusan rakyat sangat minim dari sistem yang Islami. Banyak kebijakan pemerintah lebih berfihak kepada fihak asing atau swasta atau kelompok tertentu. Kadang bingung untuk siapa sih mereka bekerja. Banyak kebijakan yang tidak proporsional, tidak fair. Jadi lebih secara total semua bagian dari pengaturan umat itu dirubah kedalam sistem khilafah secara kaffah, jangan setengah-setengah. Cobalah berfihak kepada rakyat seperti Gus Dur, yang siap menerapkan sistem khilafah secara benar, sistem khilafah yang dalam kitab kuning pun dibahas tuntas. Mari kita nantikan para kyai NU membangun kembali sistem warisan para shahabat dan tabiin. Semoga Allah SWT membuka hati kita semua. Amin

  2. sukseskan pilkada kota bandung & provinsi jawa barat. kita upayakan menjadi momentum perubahan :)

    btw,harun yahya mu jek tak gowo…

  3. Membentuk provinsi Cirebon kalau didasarkan pada kekecewaan tidak dipilihnya calon Gubernur Jabar dari seseorang yang berasal dari tanah Pantura kurang pas. Apa benar gara-gara tidak kepilih lantas bikin sensasi ingin bikin provinsi baru? Kalau ya maka alasan ini tidak mendasar. Pertanyaannya sekarang adalah apakah perlu provinsi Cirebon dibentuk? Kalau melihat sejarah masa lalu, Cirebon adalah merupakan pusat pemerintahan di kawasan Jabar setelah kerajaan Padjadjaran runtuh. Sekarang apakah sumber daya yang meliputi SDM, Infrastruktur, dll sudah layak dan mampu mensejahterakan rakyat Pantura?

  4. saya hanya ingin bertanya saja sama wong2 kang berkuasa. jika kita berpisah, memangnya sudah siap?

  5. Sebaiknya pemisahan diri untuk membentuk propinsi Cirebon jangan didasari oleh rasa kekecewaan seorang yang tidak dapat masuk ke level kekuasaan yang lebih tinggi. Hal tersebut merupakan suatu kesalahan persepsi terhadap suatu kekuasaan. cobalah kita tengok ke DIY, disana punya Sultan yang sangat arif dan bijaksana. Ketika banyak rakyat Indonesia yang terwujud dalam Parpol yang menghendaki beliau untuk diberi amanah memimpin negara ini, namun dengan etika khas Jawa Beliau, maka tetap menyikapi dgn tenang karena tak ingin melangkahi atasan Beliau pada saat ini (Presiden, red) selain itu beliau berprinsip bahwa kekuasaan bukanlah untuk diperebutkan, melainkan sebuah amanah yang untuk dilaksanakan dan diemban oleh yang menerimanya. Maka Beliau berpikiran untuk apa maju menjadi capres, jika hanya untuk kalah. apabila masyarakat Indonesia menghendaki Beliau untuk memimpin negara ini, akan Beliau terima dengan mengikuti prosedur yang ada terkait posisi Beliau sekarang masih menjabat sebagai Sultan Yogyakarta.
    Menurut saya sikap bijaksana Beliau patut ditiru oleh para Kepala Daerah maupun oleh para calon kepala Daerah. Jadi buat apa jika pembentukan Provinsi Cirebon jika hanya akan memberikan peluang kepada sekelompok orang yang hendak menduduki posisi strategis yang lebih empuk dan mengharapkan adanya promosi jabatan ke level yang lebih tinggi. hal tersebut menurut saya sangat tidak etis sekali, karena hanyalah berupa kepentingan golongan atau bahkan bisa dikatakan ego suatu golongan minoritas, karena dimana golongan mayoritas yaitu masyarakat pada umumnya terkait kesejahteraan mereka sesungguhnya yang seharusnya lebih dipertimbangkan dalam pembentukan propinsi baru.
    Mohon untuk dipertimbangkan dengan lebih matang oleh para pemimpin daerah dan jajaran yang berada didalamnya.

  6. sudah saat nya Cirebon “merdeka” dari provinsi Jabar. yg selama ini meng-anaktiri-kan daerah pantura dan sekitarnya. terlepas dari semua apa dasar pemisahan ini.
    Jawa Barat tidak memberikan manfaat bagi pembangunan di kota Cirebon. dulu ketika wacana awal adanya pembentukan propinsi Cirebon, Pemprov jabar menjanjikan akan dibangunnya pelabuhan dan bandara Cirebon menjadi pelabuhan dan bandara internasional. namun sampai sekarang semuanya hanya omong kosong.

    siap tidak siap, memang cirebon sudah layak untuk memisahkan diri. sering kali kita terjebak pada pertanyaan mampukah Sumber daya Cirebon, jika cirebon memisahkan diri? apalagi yg ditakutkan, kekayaan SDA cirebon sangat berlimpah sebagai PAD, SDM nya jg tidak kalah dari daerah-daerah lain. dan masih banyak potensi yang memang merupakan modal dasar Cirebon memisahkan diri. inilah ketakutan dari provinsi jawa barat jika cirebon memisahkan diri maka PAD Jabar akan berkurang signifikan dan PAD jawa barat mungkin hanya didapat dari pajak…
    tanpa basa basi saya dukung CIREBON MERDEKA dari Jawa barat.

  7. Kota Cirebon mau jadi provinsi??
    Ya.. saya sih cuman bilang,, terserah yang di atas saja lah!!
    Ga jadi provinsi juga kota cirebon udah menjadi kota maju dan terpadat ke-3 di jabar setelah Bandung dan Bogor..
    Tetapi yang saya sayangkan pemerataan pembangunannya tuh masih kurang,,
    Soalnya kata orang-orang kota cirebon mau di perluas!!
    Kalau kata saya sih ya ga apa”…. Tapi yang saya sayangkan pemerataan pembangunannya!! Padahal kota cirebon kan masih banyak lahan untuk di bangun gedung bertingkat, perkantoran, fasilitas pemerintahan, sama pusat perbelanjaan..
    Jadi untuk yang diatasnya harus berpikir yang matang dulu jangan langsung bergerak dan berbicara semudah itu!! Ingin buat provinsi baru…..

  8. Jabar sudah cukup,mengapa harus berpisah? bilapun ada kekurangan tinggal di perbaiki saja. Kita bangun bersama kita maju bersama itu lebih baik.

  9. klo memang menunjang lebih baik kenapa tidak. sudah saatnya cirebon menjadi propinsi….

  10. memang bagus Cirebon di jadikan provinsi, dan memang sudah saat nya Cirebon berdiri sendiri, dan cirebon memang kaya dengan hasil lautnya dan sukses dengan export hasil laut rattan nya, hasil kebudayaan nya yang sudah go International.

    bagai mana kalau kita membentuk suatu community untuk mengajukan cirebon sebagai provinsi?

  11. Diperlukan kesiapan matang untuk menjadipropinsi, bukan sekedar asal menciutkan ajang kompetisi jadi gubernur. Ini kaya orang main bola yang diciutkan jadi lapangan futsal hehehe
    ‘Kunjungi gragecirebon.wordpress.com blog untuk wong cirebon mendiskusikan perkembangan apa saja. Baik yang serius maupun santai.

  12. Manusia adalah khalifah Alloh di muka bumi ini, untuk hidup bersama bermasyarakat dengan aman, tentram, damai, kecukupan kebutuhan lahiriah maupun batiniah. Dapat beribadah dengan tenang dan damai. Apabila memang dari hasil kajian berbagai aspek menunjukkan data bahwa pembentukan popinsi Cirebon akan dapat mewujudkan hal tersebut diatas, maka perjuangkanlah untuk berdirinya Propinsi Cirebon. Namun apabila belum mampu mandiri, maka usulkanlah kelemahan-kelemahan yang ada sekarang ini untuk dicari solusinya sehingga tujuan tersebut diatas dapat tercapai dengan komunikasi yang sebaik-baiknya. Untuk mengevaluasi hal tersebut, memang perlu dikaji secara ilmiah dan mendalam dengan dukungan data-data yang akurat dari 5 DT II yang akan terlibat. Kapan kajian akan dilakukan secara serius ??? Mohon tanggapan dari pihak yang berkompeten. terimakasih.

  13. pokoke saya dukung provinsi cirebon….Hidup P3C

  14. Yup Jangan bawa2 kuningan dan Majalengka nanti mereka seperti Lebak dan Pandeglang dibanten, dimana setelah lepas dari Jabar wilayah itu tetap tidak ada perubahan yang lebih baik malah wilayah tersebut masih sama bahkan lebih buruk lagi, jadi warga kuningan dan majelengka jangan mau terbujuk rayuan manis mereka karena sekarang mereka lagi butuh dukungan dari kalian mungkin bila sudah terbentuk bisa lain dibibir lain dihati.
    Bila hanya masalah kurang perhatian sebaiknya wilayah cirebon melihat wilayah Selatan Jawa Barat, kondisi disana lebih buruk dari wilayah pantura.
    Untuk Peguruan Tinggipun hanya berada di Bandung dan Bogor itupun kebanyakan dari sisa2 penjajahan belanda.

  15. huh!! kalo tidak mau cirebon berpisah tunjukin donk kepedulian JABAR terhadap wilayah2 pantura..
    wong cirebon bukannya menghasut tapi kami hanya berfikir realita, bner kan wilayah 3 cirebon kurang perhatian??

  16. saya tidak bangga sebagai anak indramayu, saya malu dan juga tidak bangga punya bapak Bupati yang begitu tidak memperdulikan pendidikan Indramayu, sekarang nama Indramayu sudah terkenal sebagai pengekspor wanita, ke manca negara dengan pendidikan yang minim, sehingga banyak menjadi korban perdagangan perempuan dan menyandang gelar PSK. dimana tanggung jawab seorang pemimpin di indramayu (yance). saya ingatkan!! sebagai kaum muslim Bahwa “SEORANG PEMIMPIN AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN DI AKHIRAT ATAS KELALAIANYA, DAN YANG PALING BERAT” DARIMANA KAU DAPATKAN HARTAMU DAN KEMANAKAH KAU BELANJAKAN.”

  17. Pembentukan Provinsi Cirebon merupakan suatu hak dimana jika suatu kota/kabupaten mengalami penurunan APBD atau ketika Suatu kota/Kabupaten menyumbang aspek-aspek baik material dan non material kepada provinsi Jawa barat sedangkan provinsi Jawa Barat tidak berlaku adil kepada Cirebon dan sekitarnya.
    Berdasarkan zona-zona strategis yang dimiliki oleh Cirebon dan sekitarnya tetapi masih mendapat kurang perhatian dari Jawa Barat Seperti Pelabuhan Cirebon yang terasa miris kalau dilihat karena tidak ada pengembangan jalur akses transportasi laut dan pemeliharaan perawatan juga masih kurang
    -Bandara Penggung di Cirebon yang dibiarkan terbengkalai tanpa ada perhatian dari Jawa Barat Sendiri. Dulu tahun 1998, Armada Merpati Pernah mendarat di situ, sekarang tidak dibuka jalur penerbangan merpati. yang ada sekarang hanya burung Merpati.
    -Universitas Negeri juga belum ada di Cirebon, sehingga banyak orang menempuh pendidikan di luar cirebon sehingga pemasukan uang akan masuk ke daerah yang didatangi oleh Para Pendatang itu.
    Saya Berharap jika provinsi Cirebon benar terwujud, para amir (pemimpin) di daerah itu akan bijak dan berusaha memimpin seadil-adilnya serta memperhatikan beberapa spek penting demi kemajuan provinsi Cirebon itu sendiri seperti Bandara Penggung lebih dioptimalkan, pelabuhan cirebon lebih ditingkatkan, dan Universitas Negeri Cirebon segera dibentuk untuk mempermudah akses pendidikan yang bertaraf murah bagi cirebon dan sekitarnya dan semoga IPM CIAYUMAJAKUNING(Cirebon Indramayu Kuningan dan Majalengka) akan semakin bagus.
    ” LIVE PROVINSI CIREBON”

  18. Kapan nih realisasinya? ada orang kuat gak di pusat? hehe..
    saya himbau semua cerbonisti di luar cirebon untung pulang kampung deh… hehe

  19. Secara kultur, bahasa dan budaya wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka lebih cocok tetap bergabung dengan Provinis Jawa Barat. Disamping itu, bagaimana kesejahteraan rakyat Kuningan dan Majelengka, apakah akan otomatis meningkat setelah Provinsi Cirebon terbentuk ? Rasanya belum tentu, kita lihat pengalaman Kab. Lebak dan Pandeglang Provinsi Banten, kedua kabupaten ini jauh dari sejahtera.

  20. Dilihat dari berbagai sudut pandang PROPINSI CIREBON sudah layak berdiri, malah seharusnya sudah dilakukan sejak kompeni angkat kaki dari bumi cirebon ini. cuma mungkin saat itu KI GEDE-KI GEDE di Cirebon kurang serius dan sungguh-sungguh dalam memperjuangkannya, Apalagi jaman ORBA yang kita tahu semua keputusan diambil pemerintah pusat, wacana itu hampir tenggelam.
    Jika dilihat dari Sejarah, dimana CIREBON pernah menjadi sebuah KERAJAAN ISLAM (KESULTANAN) dengan para pemimpinnya yang kharismatik, sangat disegani dan dihormati sampai saat ini, bahkan wilayahnya pun selain ciayumajakuning, juga hampir sepanjang pantai utara pulau jawa bagian barat, dan jawa tengah bagian barat, sejarah ini merupakan modal utama, dan eksistensi sejarah ini tidak usah diragukan lagi,
    Kedua adalah tentang wilayah dan jumlah penduduk, wilayah dan jumlah penduduk Ciayumajakuning saat ini sudah cukup memenuhi syarat berdirinya sebuah PROPINSI, apalagi jika saudara kita di wilayah timur dan barat Cirebon seperti Brebes, Subang dan Karawang yang secara batin masih ada ikatan emosional mau bergabung itu lebih baik.
    ketiga tentang infrastruktur, hal ini juga tidak usah diragulkan lagi, Cirebon punya segalanya, disini ada pelabuhan, ada lapangan terbang, jalur kereta api ke tujuan jalur selatan dan utara jawa tengah dan timur, jalan utama darat dan lintasan yang hidup 24 jam, kemudian jika dilihat dari Sumber daya alam (SDA) diwilayah ini punya laut yang panjang dan kekayaan laut ini masih belum tergali. ada banyak potensi wisata alam dan budaya, ada minyak, gula dan lumbungnya beras, dan masih banyak lagi, yang masih bisa digali dan ditingkatkan,

    Kita jangan hiraukan orang-orang atau pejabat yang pesimis dan negative dengan alasan SDM-lah, diwilayah ini banyak sarjana nganggur yang bisa diberdayakan, banyak pula SDM di Pemda yang bisa ditingkatkan kualitas dan statusnya, masa se bumi cirebon ini gak ada sdm yang mampu memimpin, itu sangat merendahkan wong carbon, kalau memang gak ada, pada tahap awal kita bisa minta bantuan Pemerintah Pusat dan Propinsi Jabar untuk ngebimbing. Sebagai starter gak usah malu-malu import SDM dari Jabar dan Propinsi lainnya. Sebagi contoh Propinsi Banten SDMnya sebagian besar dari Propinsi Jabar, sekarang mereka sudah bisa jalan sendiri, merencanakan dan menentukan arah pembangunannya sendiri. semua memang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, jangan pesimistis, kalau ingin maju ya harus perih dulu, jangan minta disuapin terus. kalo masih ngegandul ke Propinsi Jabar kapan akan majunya, nanti malah jalan ditempat, ngurut dada terus melihat wilayah lain maju pesat, sekarang sudah waktunya ambil keputusan, untuk memperjuangkan wilayah sendiri menjadi lebih maju, berpisah dengan jabar bukan berarti putus hubungan dan jelek, setelah berdiri PROPINSI CIREBON malah kita bisa bekerja sama dengan Jabar dan propinsi lainya.
    Inget pepatah sejarah Mbah Kuwu Cakrabuana dan Jeng Sunan Jati, Kien wani, kiki wani, kapan bae wani, Wani ambil keputusan, wani ambil resiko dan Wani Memperjuangkannya agar cirebon lebih maju, rakyat lebih sejahtera,…….
    yuuk kita berjuang bersama dan kita dukung KI GEDE Nana Sudiana sebalad-balade dalam mepasilitasi dan memperjuangkan PROPINSI CIREBON……….wis wayahe………… (Salam saking Kula Muchlas, tiang grage ana ning Bandung e-mail : garage_crb@yahoo.co.id, 022-91112615)

  21. Yah, meskipun warga Cirebon memang sudah setuju dan merasa di-cuek-kan oleh pemprov Jabar, bukan sebuah alasan untuk gegabah membentuk Provinsi Cirebon…

    Mau bagaimanapun juga, Pengembangan Pemecahan(bukan Pemekaran) Provinsi harus disertai dengan kesiapan Cirebon sebagai ibukota Provinsi (ya gak sih?), Cirebon harus mampun menjadi wilayah yang melayani kawasan di Provinsi Cirebon. Begitu juga dengan hinterland-nya, harus siap untuk mendukung kebutuhan SDA Cirebon.

    Perencanaan itu bukan perlu, tapi penting, jangan sampai malah rencana itu banyak kekurangannya…

  22. cirebon mau jadi provinsi?? itu sah-sah saja,tetapi jangan di liat dari kebudayaan,kultur atau dari segi historis wilyah,tetapi di liat dari apakah wilayah ciayumajakuning sudah siap atau belum?

    kalau dari di liat dari perbedaan kultur dan budaya,bagaimana dengan Kabupaten Majalengka dengan Kuningan,yang kultur budayanya sehari-hari dengan Kebudayaan Sunda/Jawa Barat?

    Dari segi Historis,memang Cirebon lebih tua dari Banten atau Priangan,jangan di jadikan alasan.

    oleh karena itu jangan di jadikan jurang pemisah perbedaan kultur dan budaya.

    Terakhir,saya hanya meningatkan sebelum Pemekaran Provinsi Cirebon,realisaikan dulu saja Kab.Cirebon Timur dan Indaramayu Barat,yang juga sudah lama di rencanakan…

  23. aH pembentukan provinsi mah paling juga nyari kekuasaan…. dah gk aneh……
    banyak yang mengatasnamakan gelakan revolusioner.. reformis, apa kek….. Omong kosong…
    setelah provinsi cirebon dibentuk, selanjutnya rebutan ke posisi gubernur, siapa calonnya..? yang pasti mah yang punya usul pembentukan provinsi tersebut salah satunya…

    Hanya akan mengamati…

  24. Cirebon mau jadi propinsi itu sah-sah saja. Adapun ada pro dan kontra itu juga biasa. Tapi yang penting mari kita sikapi dengan hal yang positif, jangan dijadikan sebagai bahan atau ajang mencela. Belum apa-apa kenapa sudah berprasangka buruk, jangankan cirebon kalau mau lebih luas apa negara indonesia itu sudah baik??? pertanyaannya apa diri kita sudah benar…. yang namanya pendapat/keinginan itu merupakan hak asasi terus kalau dikait-kaitkan dengan ini dan itu kapan sih kita mau maju, jangan pesimis bung… tentang propinsi cirebon.
    Propinsi cirebon sudah layak dan memenuhi syarat, kenapa tidak

  25. sebaiknya kita liat dulu apa provinsi cirebon emank perlu?infrastruktur di wilayah itu sendiri apakah sudah memadai???bukankah sekarang – sekarang ini pusat pembangunan memang sedang di prioritaskan di wilayah tiga????pembangunan bandara di majalengka, dan tersiar kabar juga bahwa di indramayu akan di bangun pelabuhan????jangan pembentukan provinsi itu berdasarkan rasa kekecewaan dan haus kekuasaan sebagian pihak, yupz saya setuju dengan yang sebelumnya bahwa di majalengka dan kuningan hidup dengan berbahasa sunda dan berkebudayaan sunda, bukan berbahasa jawa dan bukan pula berkebudayaan jawa…apabila secara historis wilayah jawa barat adalah kekuasaan pajajaran\pasundan, dan setelah adanya islam di jawa barat cirebon menjadi sebuah wilayah kerajaan,maka saya tidak setuju dengan pemekaran wilayah tiga menjadi sebuah provinsi.

  26. provinsi cirebon sah sah saja..
    sy harap cepat di lakukan referendum dan kajian yg melibatkan para ahli, sehingga tidak menimbulkan polemik d masyarakat..
    menurut sy pribadi.,pemprov jabar terlalu mengumbar janji untuk membangun wil.cirebon.,proyek bandara smpai detik ini jg mash ga jelas..yg lebih ga jelasny y pelabuhan cirebon, yg merupakan satu2nya pelabuhan d jabar..tidak ada perhatian khusus..kalau proyek jalan tol itu bkan proyek dr jabar, melainkan dr pmrintah pusat..yg lebih terlihat, tidak adanya univrsts negeri d cirebon..kita semua tau.,semua kota kedua(second city) d prov se jawa, memiliki univ.negeri.
    bogor(ipb dll),solo,pwkerto,malang dan jember jg ada univ.negeri..
    bnyk pelajar crb yg kbngungan ketka ingin kuliah..mereka hruz keluar kota..tentuny biayany bsar..
    hal ini jg yg mengakibatkan pelajar crbn lebih membanggakan bndung..krna bnyk pljar crb yg kuliah dsna..
    untuk kuningan dan majalengka harus bisa buka mata,jgn hnya tkt krna ltar blkg budaya..wrga crbon jg bnyk org sunda..tp apakah jabar mengakui kita sebagai wil.priangan..?
    terus misalkan cirebon maju, kunign n mjlngk jg akan ikut maju,..ga mungkin kalo bdg maju kng n mjlka ikt maju..cnthnya z skg..mjlngk dket sama bdg, tp kondisinya..?
    prwsta kng maju krna emang bnyk wrga crb yg brknjg k sna..para petani d kng menjual hasil kebun ny bnyk yg k crb…
    cirebon pnya kebudayaan yg unik yg bisa d jual sbg aset wisata..kng n mjlngka mmlki ptnsi alam yg bgus..indramyu pnya kilang minyak besar…

  27. Provinsi Cirebon OCE DEE…EEh, bagi anda yang berpikir bahwa Pembentukan provinsi Cirebon merupakan lahan kekuasaan kayanya tidak realistis deeh, coba kalau anda tahu bahwa PP 78 yang dibuat pemerintah adalah salah satu wahana dan Deokrasi yang sangat Elegan, kalaupun ada yang Pro dan Kontra itu adalah kewajaran tapi kita harus berpikir bahwa Provinsi Cirebon bukan berarti ingin memisahkan wilayah tapi ini adalah salahsatu Pengembangan dan sarana percepatan Pembangunan di segala aspek, perlu diingat selama ini perjalanan pembentukan provinsi cirebon sangat prosedural ko..ok!!

  28. Kenyataan tentang Pembentukan Provinsi Cirebon Semoga jadi kenyataan, sebab dari aspek kajian itu sudah merupakan realita dan ini suatu wacana demokrasi yang sah dan tidak semata-mata pemerintah memberikan kesempatan kepada tiap wilayah untuk mengembangkan ekonomi serta dalam percepatan pemerataan pembangunan yang diatur dalam peraturan. tapi ……. itu juga bukan berarti bahwa dasar tersebut dijadikan pacuan bagi kepentingan elit politik, SEMOGA ALLAH SELALU MERIDHOINYA.AMIN ( Salam buat rekan-rekan yang di Cirebon dan Kuningan )

  29. kapan Propinsi Cirebon akan dibentUk????

  30. Provinsi Cirebon ???, kenapa tidak !!!
    Untuk mereka-mereka yang terlibat dalam pembentukan propinsi Cirebon agar secepatnya dapat diwujudkan, kapan lagi bung ??? jangan-jangan hanya wacana???
    Berapa sih PAD dari wilayah III yang disetor ke Jabar ? berapa pula yang dekembalikan ? kalau memang merasa tidak adil / tidak seimbang, secepatnya PROPINSI CIREBON SEGERA DIWUJUDKAN. Gambarimasho nee ………..

Leave a Reply