ABOUT

Khilafah Conference

Kemiskinan, kelaparan, kebodohan, perpecahan social, kesenjangan social, pendidikan mahal, biaya kesehatan mahal, minyak bumi dirampok, emas dicuri, penjarahan hutan, perusakan generasi muda melalui tayangan – tayangan tv, seks bebas, aborsi, perampokan, pemerkosaan, pencurian, pembunuhan, terorisme, kenaikan BBM, kelangkaan minyak tanah, kelangkaan kedelai, buruh tani yang miskin, kapitalisasi dan liberalisasi pendidikan tinggi, pilkada rusuh, pengemis di mana – mana, anak jalanan tidak terurus, penjajahan atas negeri – negeri kaum muslimin baik fisik maupun non fisik, aliran sesat, wakil “rakyat” yang hanya mementingkan uang, birokrasi busuk, suap – menyuap, KKN, penyerobotan tanah, pembakaran pasar, penggusuran pedagang kaki lima yang rusuh, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar kampung, kerusuhan berbau SARA, bank ribawi, aurat wanita bebas dipertontonkan di mall – mall, perdagangan manusia, penculikan anak, pelacuran yang dilokalisir, budaya jiplakan barat, pornografi dan pornoaksi, “Islam Liberal”, VCD porno menjadi hal yang lumrah, partai Islam kompromistis, busung lapar, ketahanan pangan yang lemah, militer yang tunduk pada asing, politik luar negeri pengekor, kesetaraan gender yang mematikan generasi muda, televise dan media – media cetak corong barat, kebebasan tingkah laku, kebebasan berpendapat yang ngawur, kebebasan beragama yang merusak Islam, pluralisme yang utopis, sekulerisme Indonesia, liberalisme perdagangan, pembohongan publik, panti jompo bagi para orang tua yang dibuang anaknya, hutang luar negeri, keberpihakan hukum pada pemilik modal, pembangunan tidak merata, banjir, tanah longsor, kecelakaan pesawat, kapal tenggelam, nelayan yang susah melaut, aktifitas – aktifitas adat syirik, pelegalan diskotik, pelegalan minuman keras, judi berkedok kuis sms, kerusuhan supporter sepak bola, pengangguran, merebaknya penyakit aids, masyarakat individualistik, pekerja bagaikan mesin – mesin produksi, ekonomi non real, perumahan kumuh, ulama bayaran, kiai mata duitan dan sebagainya.

Demikianlah segudang problematika umat yang saat ini sedang menjangkiti mereka. Sakit yang mereka rasakan telah amat perih dan ngilu. Mereka tidak lagi dapat tersenyum apalagi tertawa lebar karena mereka harus menahan sakit yang teramat sakitnya.

Dalam kondisi demikian, perubahan berupa revolusi total merupakan satu hal yang tidak bisa ditawar – tawar lagi. Umat telah lupa siapa mereka sebenarnya. Umat telah kehilangan ingatan siapa diri mereka sebenarnya. Umat telah dilupakan oleh penjajah barat akan jati diri mereka sebenarnya. Umat kini tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah. Semuanya tampak abu – abu di hadapan mereka.

Umat harus segera sadar bahwa mereka adalah umat terbaik yang pernah ada. Umat harus segera sadar bahwa mereka adalah pemimpin dunia. Umat harus segera sadar bahwa mereka akan tetap sakit selama mereka masih menggunakan peradaban barat sebagai kiblat mereka. Umat harus segera sadar bahwa hanya dengan Islam-lah mereka akan bangkit kembali. Umat harus segera sadar bahwa revolusi itu memang susah, tetapi bukan sesuatu yang mustahil.

Persoalannya kini bukanlah mendirikan banyak negara, melainkan membangun negara yang satu di seluruh dunia Islam. Demikian juga persoalannya bukanlah mendirikan negara sembarang negara. Bukan pula membangun sebuah negara yang diberi sebutan Islam dan berhukum dengan selain yang diturunkan Allah. Bahkan juga bukan mendirikan sebuah negara yang dinamakan Islam dan berhukum dengan undang – undang Islam saja tanpa mengemban Islam sebagai qiyadah fikriyah (kepemimpinan ideologis). Sekali lagi, persoalannya bukan mendirikan sebuah negara semacam itu, melainkan membangun sebuah negara yang akan dapat melanjutkan kehidupan Islami yang terpancar dari akidah; sekaligus menerapkan Islam di tengah – tengah masyarakat, setelah terlebih dahulu Islam merasuk ke dalam jiwa, mantap di dalam akal, serta mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Sungguh Allah swt hanya memberi hidup satu kepadaku, tiada manusia mempunyai hidup dua atau tiga, tetapi hidupku yang hanya satu ini, akan aku persembahkan seratus persen hanya untuk beribadah kepada Allah swt dengan menegakkan syari’atNya. Jikalau misalnya aku ini diberi dua hidup oleh Allah swt, dua hidup ini pun akan aku persembahkan untuk beribadah hanya kepada Allah swt dengan menegakkan syari’atNya. Karena tugas seorang muslim adalah tidak hanya sekedar membaca Qur’an dan tafsirnya saja.

Aku tidak dapat hanya menunggu diam di sini saja, dan melihat umat ini dicabik – cabik. Sedangkan di belahan dunia yang lain sekarang ini, saudara – saudaraku juga sedang berjuang untuk menyelamatkannya. Aku tidak dapat membiarkan mereka berjuang sendirian sedangkan aku di sini tidak melakukan apa – apa.

Those who say they’ll do it next time are idiots!
Those who say they’ll do it tomorrow are also idiots!
If you don’t do it the moment you think of it, you’ll get nowhere!